LAYAKNYA sepasang kekasih yang lama tak jumpa, ‘pasangan’ yang satu ini juga langsung berpelukan mesra dan berciuman penuh hasrat saat dipertemukan.
Tak peduli apa kata dunia. Mata keduanya beradu dalam tatapan penuh arti, saling berbisik, bahkan sang “cewek” menggelayut manja pada lengan “cowoknya”. Sejoli berjenis kelamin seragam itu puas karena bisa saling melepas rindu.
Begitulah pemandangan yang dipertontonkan dua pria tinggi besar, Verry Idham Henyansyah alias Ryan dan Noval Andreas, ketika dipertemukan oleh Polda Metro Jaya dan Polda Jatim di Mapolda Jatim pada Minggu (27/7/2008 ) sore.
Sejak dipertemukan dengan kekasihnya itu, sikap tersangka kasus mutilasi dan pembunuhan itu, menjadi lebih ceria. Ia tak lagi murung sebagaimana sikapnya pada 20 Juli 2008, saat dibawa ke Polda Jatim. Kehadiran Noval membuat Ryan lebih banyak tersenyum.
Kini, sang Jagal Jombang itu tak lagi sendiri menghadapi cecaran pertanyaan penyidik kepolisian. Di sampingnya sudah ada Noval yang mampu memberikan dorongan moral kepadanya saat berhadapan dengan penyidik. Ia (Ryan) sekarang terlihat lebih tenang,” ujar seorang penyidik Ditreskrim Polda Jatim, di Surabaya, Senin ( 28/7/2008 ).
Rupanya itu adalah strategi polisi untuk bisa mengorek keterangan lebih banyak dari tersangka mutilasi dan pembunuhan sadis terhadap 11 orang itu. Kehadiran Noval membuat Ryan lebih terbuka mengungkapkan korban-korban yang sudah dia habisi.
Buktinya, polisi berhasil mengorek keterangan sehingga akhirnya menemukan lagi mayat enam korban yang dikuburkan di halaman rumah orangtua Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Senin itu.
Nani Hidayati dan Sylvia, putrinya. Keduanya termasuk di antara 11 korban keganasan Ryan dikuburkan di halaman rumah orangtuanya di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.
Di hari Minggu sore itu pula, ketika tiba di Polda Jatim, Noval senantiasa mendampingi Ryan dengan penuh kasih sayang. Keduanya terlihat mesra di ruang penyidikan. Kadang-kadang Ryan menggelayut manja di tubuh Noval.
Saat makan, Ryan yang tangannya diborgol, minta disuapi oleh Noval. Keduanya baru digiring ke sel Polda sekitar pukul 23.45. Ryan dan Noval ditempatkan dalam sel terpisah, tapi saling berhadapan.
Bercumbu
Sekitar pukul 07.30, keduanya dibawa ke Jombang untuk menunjukkan lokasi korban-korban lainnya. Ada pemandangan menarik saat Noval diberi kesempatan berduaan dengan Ryan di sebuah kamar dalam rumah orangtua Ryan di Jombang.
Sekitar 20 menit, keduanya dibiarkan berduaan, sebelum Ryan diminta menunjukkan lokasi penguburan mayat korban-korbannya. Beberapa petugas yang berjaga, sengaja agak menjauh dari ‘pasangan’ itu.
Polisi memang sengaja membiarkan mereka lebih rileks dan santai agar Ryan mau menunjukkan lokasi kuburan korbannya,” kata seorang polisi.
Tanpa malu-malu, kedua lelaki yang saling jatuh cinta itu berpelukan dan sama-sama menangis. Mereka saling berbisik, entah apa yang diungkapkan. Meski tangan keduanya terbelenggu borgol, tak jadi penghalang untuk sedikit bermesraan.
Tak peduli apa kata dunia. Mereka saling mendekatkan wajah. Berciuman penuh hasrat. Tak hanya cium pipi kiri pipi kanan. Dua pria kekar itu bahkan berciuman bibir. Saling melumat. Airmata terus mengalir membasahi pipi mereka.
Setelah itu, atas petunjuk Ryan, polisi berhasil membongkar enam kuburan korban di pekarangan rumah sang jagal Jombang. Lalu keduanya kembali diboyong kembali ke Polda Jatim. Mereka tiba sekitar pukul 18.30 dan langsung dimasukkan ke ruang penyidik.
Hingga kini polisi belum menyimpulkan apakah Ryan menderita sakit jiwa maupun psikopat. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan psikologi di ruang rapat Direktorat Reskrim (Ditreskrim) Polda Jatim. Namun hal yang paling dikhawatirkan polisi saat ini adalah muncul dugaan dia akan bunuh diri. Sehingga polisi di Polda Jatim pun kian memperketat penjagaan terhadapnya.
“Selama ini tersangka memang tidak pernah mengaku akan bunuh diri. Tapi, dari gelagatnya, tersangka dikhawatirkan melakukan hal itu,” ujar seorang sumber di Mapolda Jatim, Selasa ( 29/7/2008 ), seperti dikutip detikcom.
Untuk menjaga Ryan, petugas dibagi dalam beberapa shift. Setiap shift ada 7 orang. Setiap saat, petugas terus memantau Ryan di dalam tahanan. Di Mapolda Jatim, Ryan satu sel dengan pacarnya, Noval. (diolah dari laporan wartawan surya+detik)
Inilah 11 orang yang menjadi korban pembunuhan Ryan:
1. Vincent Yudi Priyono (31)
2. Ariel Somba (34)
3. Grandy
4. Guruh Setyo Pramono alias Guntur (27 )
5. Agustinus Fitri Setiawan (28 )
6. Nanik Hidayati (31)
7. Sylvia Ramadani Putri (3)
8. Muhamad Aksoni (29)
9. Zainal Abidin (21)
10 Heri Santoso (40)
11. Hendro Liono (masih dugaan).


gila…
pinter juga ya tuh polisi..
tau aja maunya ryan hehehehe…
@chintia
thanks ya dah kunjung ke blog saya, apa kabar?